Showing posts with label SEJARAH. Show all posts
Showing posts with label SEJARAH. Show all posts

SEJARAH ARUNG PALAKKA

Friday, April 14, 2017

ARUNG PALAKKA

Siapa yang tidak mengenal Arung Palakka? dia adalah sosok yang memiliki sifat sosial yang tinggi, sebab apabila orang ingin meminta bantuan dia rela mengorbankan  nyawanya. karena itu, latenri tata (Arung Palakka) memiliki nama dan gelar cukup banyak. berbagai penghargaan telah di berikan padanya baik dari kerajaan lain berupa benda maupun nama gelar bahkan apabila mau di sebutkan penghargaan yang di berikan maka namanya itu menjadi sangat panjang. kata ARUNG PALAKKA hanyalah sebuah gelar.

Arunf palakka adalah potret keterasingan dan menyimpan magna  semangat menggebu-gebu untuk penaklukan. dia terasing dari bangsanya, suku bugis bone yang kebebasannya terpasung di karenakan perbedaan pandangan dengan raja gowa. namun, dia bebas sebebas peluru yang melesat dan meninggalkan jejak di batavia setelah meninggalkan kota kelahirannya di bone.

arung palakka ini konon di takuti di seantero batavia, sebelum ke batavia (jakarta) mungkin tak banyak yang tahu kalau pulau buton, pernah menjadi pelarian arung palakka dari kejaran pasukan sultan hasanudin. di pelajran sejarah menyebutkan kalau sang pangeran berambut panjang ini hanyalah seorang penghianat.

tetapi tidak bagi sebagian masyarakat bone dan buton, arung palakka bukanlah sosok yang jahat, seperti yang di didiskreditkan sekarang ini. alkisah masyarakat bone dan buton, sekitar 1660, bone dan gowa bertikai. arung palakka sebagai salah seorang pemimpin bone tida bisa menerima perlakuan para bangsawan gowa yang menindas rakyatnya. perlakuan kerja paksa untuk membangun benteng di perkebunan daerah makassar jelas membuat rasa siri masyarakat bone termasuk arung palakka tercabik-cabik, apalagi setelah bangsawan bone juga di paksa ikut kerja paksa tersebut.

akhirnya bersama tobala, pemimpin bone yang di tunjuk oleh gowa, arung palakka melakukan perlawanan dengan melarikan orang-orang bugis dari kerja paksa tersebut. sebenarnya para prajurit gowa mencari tobala karena di anggap tidak mampu mengawasi budak dari bone.

hanya saja arungpallak yang merasa tida memiliki tempat lagi di celebes memutuskan untuk pergi untuk mencari tempat semedi dan merenung demi mengembalikan siri mereka. sebelum ke pulau jawa terlebih dahulu arung palakka ke buton untuk mencari strategi. raja buton ke-10 waktu itu bernama la sombata atau lebih di kenal bergelar sultan rahiem.

pada saat pasukan gowa mencari arung palakka hingga ke buton. sultan buton bersumpah mereka tidak menyembunyikan arung palakka di atas pulau mereka. "apabila kami berbohonh, kami rela pulau ini ditutupi oleh air" ucap sultan buton, yang di ucapkan kembali oleh penerusnya.

ternyata sumpah tersebut di anggap sah karena pada kenyataannya pulau buton memang tidak pernah tenggelam hingga saat ini. gua liana la to untu adalah bukti sejarah yang di jadika sebagai objek wisata sejarah di sana, merupakan tempat arung palakka merenung untuk mengatur stratego perangya.

sisitem batuan di daerah buton bisa jadi merupakan salah satu alasan yang jelas mengenai hal ini. daerah batuan berkarang dengan ceruk-ceruk kecil di seanjang bukitnya menggambarkan bahwa mereka tidak menyembunyikan arung palakka di atas daratan tanah mereka. namun di atara ceruk-ceruk sekitar pantai yang menurut pendapat orang buton bukanlah daratan melaikan gua, yang berada di dalam tanah.

kepintara bersilat lidah sultan buton inilah yang akhirnya membuat arung palakka lolos dari pengejaran dan pencarian oasukan gowa, hal ini juga di benarkan oleh pemuka adat setempat yang bernama La Ode hafi'i. dia menjelaskan bahwa antara kesultanan buton dan bone sejak dahulu terikat dalam perjanjian sebagi saudarah.

"bone raja di darat, buton raja di laut" ucapnya. hal itu juga yang mendasari mengapa sultan buton memutuskan untuk membantu arung palakka dan turut membiayai arung palakka bersama 400 lebih pengikutnya menuju batavia.

patung sang ayam jantan dari timur, sang pembebas dengan gelar pahlawan kemanusiaan petta malampee gemme'na, kini berdiri di tengah kota watampone kabupaten yang menjadi bukti sejarah dan menjadi simbol semangat pejuang-pejuang bugis masa lalu.

MONUMEN MANDALA

Wednesday, February 8, 2017

MONUMEN MANDALA

Gambar terkait
Monumen mandala dibangun pada tahun 1994 dan selesai pada tahun 1996 untuk mengenang jasa pahlawan dalam pembebasan irian barat dari tangan para penjajah sekaligus hadiah atas jasa mantan presiden yang ke-2 yaitu soeharto. manta presiden kedua indonesia itu juga merupakan panglima komando mandala yang berperan penting dalam mengatur strategi untuk membebasan irian barat. sampai di ketahui, memproklamirkan kemerdekaan hampir 20 tahun namun belanda masih menguasai wilayahirian barat. sejak operasi pembebasan berhasil, irian barat pun kembali ke pangkuan ibu pertiwi.


monumen mandalah merupakan menara yang menjulang setinggi 75 METER di pusat kota makassar. monumen mandala terdiri dari 4 lantai, di lantai 1 terdapat diorama relief dan replika pakaian dan perjuangan masyarakat sulawesi selatan pada abad XVII. sedangkan pada lantai 2 terdapat diaroma dan relife yang menceritakan tentang perjuangan pembebasan irian barat. sedangkan di lantai 3 kita bisa melihat replika ruang kerja panglima mandala, lengkap dengan peta irian barat,  foto-foto persiapan pemberangkatan pasukan, tanda jabatan dan pakaian yang di pergunakan pada saat operasi mandala, memasuki lantai ke 4 adalah ruang pandang di mana kita dapat melihat suasana kota makassar dengan ketinggian 73-75 meter dari permukaan tanah .
Hasil gambar untuk monumen mandalapada dinding luar monumen mandala direaliris kobaran api yang melambangkan GELORA SEMANGAT untu membebaskan irian barat, sedangkan di dalam tubuh monumen mandala terdapat relief yang menceritakan perjuangan pembebasan irian barat.

operasi pembebasan irian barat di mulai pada tanggal 2 januari 1962 dengan keluarnya keputusan presiden tentang pembentukan komando mandala dan sepuluh hari setelahnya presiden soekarno mengangkat myjen TNI soeharto sebagai panglima mandala dan makassar ditetapkan sebagai markas komando mandala. dari markas yang terletak di jalan jendral sudirman, operasi untuk merebut irian barat dikendalikan hingga akhirnya indonesia berdaulat penuh atas irian barat sejak 1 mei 1963. 

monumen ini merupakan kenangan indah yang di sumbangkan untuk menghargai soeharto sebagai panglima komando pembebasan irian barat dengan desai yang sangat menarik yakni monumen dibuat dengan bentuk segitiga sama sisi menyimbolkan  tiga komando rakyat (trikora) . pada bagian bawahnya terdapat relief lidah api yang menjadi simbol semangat dari trikora. sementara relief di bagian atas melambangkan semangat yang tidak pernah padam. selain itu ada 27 patung  batang bambu runcing sebagai simbol instrumen perjuangan fisik rakyat saat itu.

SUKU BUGIS

Thursday, January 21, 2016

SUKU BUGIS


             bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku-suku melayu deutero. masuk ke nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan asia tepatnya yunan. kata "BUGIS" berasal dari kata to ugi, yang berarti orang bugis. penanaman "ugi" merujuk pada raja pertama kerajaan cina yang terdapat di pammana kabupaten wajo saat ini, yaitu La Sattumpugi, ketika rakyat La Sattumpungi menamakan dirinya, maka mereka merujuk pada raja mereka. mereka menjuluki dirinya sebagai To Ugi atau orang-orang atau pengikut dari La Sattumpungi.
La sattumpungi adalah ayah dari sawerigading. Sawerigading sendiri adalah suami dari We Cudai dan melahirkan anak termaksud La Galigo yang membuat karya sastra terbesar di dunia dengan jumlah 9000 halaman folio. Sawerigading Opunna Ware (yang di pertuan di ware) adalah kisah yang tertuang dalah karya sastra l La galigo dalam tradisi masyarakat bugis. kisah Sawerigading juga di kenal dalam tradisi masyarakat Luwuk, Kaili, Gorontalo dan beberapa tradisi lain di sulawesi seperti buton.
suku bugis merupakan kelompok etnik dengan wilayah asal sulawesi selatan. penciri utama kelompok ini adalah bahasa dan adat-istiadatnya, sehingga pendatang melayu dan minangkabau yang merantau ke sulawesi sejak abad ke-15 sebagai tenaga administrasi dan pedagang di kerajaan gowa dan telah terakulturasi, juga di kategorikan orang bugis. 

       suku bugis di kenal dengan kepiawaian dalam mengarungi samudra cukup di kenal luas, dan wilayah peratauan mereka pun hingga Malaysia, Filipina, Brunei, Thailand, Australia, Mandagaskar, dan Afrika Selatan dan di afrika selatan sendiri terdapat wilayah yang bernama Maccassar yaitu bertanda penduduk setempat mengingat tanah asal nenek moyang mereka.
penyebab suku bugis merantau hingga ke berbagai negara iyalah yaitu konflik antara kerajaan Bugis dan Makassar serta konflik sesama kerajaan bugis pada abad ke-16,17,18, dan 19, menyebabkan tidak tenangnya daerah sulawesi selatan. hal ini menyebabkan banyaknya orang bugis bermigrasi terutama di daerah pesisir. selain itu budaya merantau juga di dorong oleh keinginan akan kemerdekaan. kebahagian dalam tradisi bugis hanya dapat di raih melalui kemerdekaan.

PELABUHAN PAOTERE

Sunday, January 17, 2016


PELABUHAN PAOTERE


pelabuhan paotere
       Pelabuhan paotere adalah sebuah pelabuhan yang terletak di kecamatan Ujung Tanah, makassar, sulawesi selatan. pelabuhan paotere berjarak 5km dari pusat kota makassar dan membutuhkan waktu tempuh (30 menti), pelabuhan rakyat ini adalah salah satu warisan tempo doeloe yang masih bertahan dan meruoakan bukti peninggalan kerajaan gowa-tallo sejak abad ke-14 sewaktu sekitar 200 armada perahu phinisi ke malaka.

pelabuhan paotere sekarang ini masih dipakai sebagai pelabuhan perahu-perahu rakyat seperti phinisi dan lambo dan juga menjadi pusat niaga nelayan, di mana kita dapat melihat sepanjang jalan di pelabuhan berjejer toko-toko yang menjual berbagai macam jenis ikan kering, perlengkapan nelayan, serta restoran seafood.

selain itu pelabuhan paotere sekarang ini sering di gunakan para fotographer untuk di jadiakan tempat vaforit hunting/pengambilan gambar dan juga pelabuhan paotere di jadikan warga lokal maupun turis asing tempat untuk menyaksikan matahari terbenam ataupun di jadikan tempat wisata sejarah.

KAPAL PINISI

Friday, September 25, 2015


           pinisi adalah kapal layar tradisonal khas asal indonesia dan tepatnya berasal dari suku bugis dan suku makassar di sulawesi selatan

yaitu di desa bira kecamatan bonto bahari kabupaten bulukumba. 'pinisi sebenarnya merupakan nama layar'. pinisi dalah kapal yang menggunakan jenis layar sekunar.

kapal ini umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar, yaitu tiga di ujung depan dan dua tiang layar utama, dan tujuh buah layar yaitu tiga di ujung depan, dua di depan, dan dua di belakang. umumnya kapal pinisi di gunakan untuk pengangkutan barang antar pulau.

dan arti dari dua tiang layar utama ialah berdasarkan 2 kalimat syahadat dan tujuh buah layar merupakan jumlah dari 7 ayat surah al-fatiha. dengan dua buah tiang dengan tujuh helai layar juga mempuyai makna bahwa nenek moyang bangsa indonesia mampu menharungi tujuh samudera besar di dunia.

kapal kayu pinisi telah di gunakan indonesia sejak bebrapa abad yang lalu dan di perkirakan kapal pinisi sudah ada sebelum tahun 1500an. menurut naskah lontarak l babad la galaligo pada abad ke 14, pinisi pertama kali di buat oleh sawerigading, putera mahkota kerajaan luwu untuk berlayar menuju negeri tiongkok hendak meminang putri tiongkok yang bernama we cudai.

dan sawerigading berhasil ke negeri tiongkok dan memperistrikan putri we cudai. setelah beberapa lama tinggal di negeri tiongkok, sawerigading kembali kekampung halamannya dengan menggunakan pinisinya ke luwu. menjelang masuk ke perairan luwu kapal diterjang gelombang besar dan pinisi terbelah tiga yang terdampar di desa ara, tanah lemo dan bira.

masyarakat ketiga desa tersebut kemudian merakit pecahan kapal tersebut menjadi perahu kemudian kapal itupun diberi nama pinisi. orang ara adalah pembuat badan kapal, di tana lemo kapal tersebut di rakit dan orang bira yang merancang kapal tersebut menjadi pinisi dan ketujuh layar tersebut lahir dari pemikiran orang-orang bira.

dan konon nama pinisi ini sendiri di ambil dari seorang yang bernama pinisi itu sendiri. ada ritual untuk membangunan sebuah kapal pinisi yaitu upacara kurban untuk pebuatan perahu pinisi adalah salah satu di mana kemegahan pinisi dilahirkan. para pembuat perahu tradisonal ini, yakni : orang-orang ara, tana lemo dan bira, yang secara turun temurun mewarisi proses pembuatan perahu ini, dan hari baik untuk mencari kayu biasanya jatuh pada hari ke lima dan ketujuh pada bulan yang berjalan. angka 5 memiliki makna "naparilima dalle'na" yang artinya rezeki sudah di tangan. sedangkan 7 "natujuangni dalle'na" yang artinya selalu dapat rezeki. setelah dapat hari baik lalu kepala tukang yang di sebut "punggawa" memimpin pencarian.

sebelum pohon di tebang di lakukan pula upacara untuk mengusi roh penghuni kayu tersebut. seekor ayam dijadikan sebagai korban untuk dipersembahkan kepada roh. dan jenis pohon yang pilih untuk di tebang itu di sesuaikan dengan arah urat kayu tersebut. pemotongan kayu untuk papan selalu di sesuaikan dengan arah urat kayu agar kekuatannya terjamin.

peletakan lunas juga memakai upacara khusus, waktu pemotongan, lunas di letakkan menghadap timur laut. balok lunas bagian depan merupakan simbol lelaki. sedang balok lunas bagian belakang diartikan sebagai simbol wanita. dan pemotongan dengan geregaji harus di lakukan terus menerus tanpa berhenti, oleh karena itu pemotongan harus dilakukan oleh orang yang bertenaga kuat.

ujung lunas yang sunah terpotong tidak boleh menentuh tanah. bila balok bagian depan sudah putus, potongan itu harus dilarikan untuk di buang ke laut. potongan itu menjadi benda penolak bala dan di jadikan kiasan sebagai suami yang siap melaut untuk mencari nafkah. sedangkan potongan balok lunas bagian belakang disimpan di rumah, sikaskan sebagai istri pelaut yang dengan setia menunggu suami pulang dan membawa rezeki.

pemasangan papan pengapit, di sertai dengan upacara kalebiseang upacara anjarreki yaitu untuk penguatan lunas, di susul dengan penyusunan papan dari bawah dengan ukuran lebar yang terkecil sampai keatas dengan terlebar. jumlah seluruh papan dasar untuk perahu pinisi adalah 126 lembah. setelah papan teras tersusun. diteruskan dengan pemasangan buritan tempat meltakkan kemudi bagian bawah.

apabila badan perahu sudah selesai dikerjakan, dilanjutkan dengan pekerjaan a'panisi yaitu memasukkan majun pada sela papan untuk merekatkan sambungan papan supaya kua, di gunakan sejenis kulit pohon barruk. selanjutnya di lakukan allepa, yaitu mendempul, bahan dempul terbuat dari campuran kapur dan minyak kelapa. campuran tersebut di aduk selama 12 jam, di kerjakan sedikitnya 6 orang. untuk kapal 100 ton, di perlukan 20 kg dempul badan kapal. sentuhan terakhir ialah menggosok dempul dengan kulit pepaya.

pada proses terakhir atau kelahiran pinisi di lakukan upacara selamatan. peluncuran kapal diawali dengan upacara appasili yaitu ritual yang bertujuan untuk menolak bala. kelengkapan upacara berupa seikat dedaunan yang terdiri dari daun sidinging, sinrolo, taha tinappasa,taha siri, dan panno-panno yang diikat bersama pimping. dedaunan dimasukkan ke dalam air dan kemudian di kibas-kibaskan ke sekeliling perahu. dan untuk perahu yang berbobot 100 ton keatas, di potongkan seokor kambing atau sapi. setelah di potong bagian untuk lutut ke bawah di gantung di anjungan sedangkan kaki belakang di gantung di buritan pinisi. maknanya memudahkan saat pelucurannya seperti jalannya binatang secara normal.

selanjutnya ada upacara ammossi yaitu upacara pemberian pusat pada pertengahan lunas perahu dan setelah itu perahu di tarik kelaut. peluncuran kapal  di laksanakan pada waktu air pasang dan matahari sedang naik. punggawa alias kepala tukang, sebagai  pelaksana utama upacara tersebut, duduk di sebelah kiri lunas. doa atau tepatnya mantra pun diucapkan.

kapal pinisi memilliki jenis juga yaitu jenis lamba atau lambo : pinisi modern yang masih bertahan sampai saat ini dan sekarang di lengkapi motor diesel 'plm', dan jenis palari : ialah bentuk awal pinisi dengan lunas melengkung dan ukurannya lebih kecil dari jenis lamba.

DAENG

Thursday, September 24, 2015

"DAENG"

 aslibugismakassar.blogspot.co.id
        pernah kah anda mendengar kata daeng pada saat anda berkunjung ke kota makassar? apakah anda tau arti atau makna kata "daeng" tersebut.

kata "daeng" merupakan bahasa sulawesi selatan, yang dalam bahasa indonesia di artikan kakak lelaki. sebutan 'daeng' biasa digunakan untuk memanggil orang yang lebih tua. namun sebutan daeng memiliki makna berbeda bagi tiap suku daerah di sulawesi selatan.

di sulawesi selatan,terdapat dua suku besar yaitu suku makassar dan bugis. bagi masyarakat makassar 'daeng' merupakan kata paggilan utuk tiap orang lelaki maupun lelaki yang lebih tua usianya. kalau di makassar daeng itu lebih kepada semua laki-laki biasanya di panggil daeng.

tetapi untuk di bugis dan masyarakat bugis agak ketat memegang adat yang berlaku, utamya dalam hal perlapisan sosial. pelapisan sosial masyarakat merupakan suatu ciri khas bagi masyarakat bugis. sejak masa pra islam masyarakat bugis mudah membedakan atau menggelompokkan para anggota masyarakat secara bertingkat. di saat terbentuknya kerajaan dan pada saat yang sama tumbuh dan berkembang secara tajam stratifikasi sosial dalam masyarakat. stratifikasi sosial ini mengakitbatkan muculnya jarak sosial antara golongan atas dan golongan bawah.

dalam suku bugis jaman dulu di kenal 3 strata atau kasta. yaitu : kasta tertinggi 'ana arung/bangsawan , kasta berikutnya ialah 'to maradeka atau orang merdeka, dan kasta terendah adalah kasta 'ata atau budak.

dan untuk kata daeng di bugis gelar yang setara dengan nama daeng ialah to maradeka. namun dalam perkembangannya, panggilan daeng ini memiliki makna yang beragam. bisa berarti kakak dan bisa pula bermakna kelas sosial, namun demikian penggunaanya harus berhati-hati. apalagi untuk saat ini, penggunaan kata daeng sering di tunjukkan untuk masyaraakt kelas sosial tertentu seperti halnya daeng becak, daengsopir pete-pete 'angkot', daeng kuli bangunan dan lain-lain.

di sulawesi selatan sendiri khususnya penghormatan kepada tokoh bugis termaksud di dalamnya bangsawan. bangsawan sendiri biasanya menggunakan kata panggilan "puang", berbeda dengan kata 'daeng'. jadi hati-hatilah memanggil orang bugis dengan sebutan "daeng"

Translate

Asli Bugis Makassar. Powered by Blogger.