Malino merupakan tempat wisata di Sulawesi Selatan yang memberikan
pemandangan alam pegunungan dan dataran tinggi yang sangat sejuk dan
memanjakan mata. Tempat wisata yang berada sekitar 90 km dari pusat kota
Makassar ini menyajikan keindahan pegunungan bahkan sebelum anda
mencapai tempat tujuan. Selama perjalanan anda akan dimanjakan dengan
hutan pinus serta keindahan batu kapur yang indah. tempat wisata yang
sudah terkenal sejak zaman Belanda ini selain menyajikan panorama
pegunungan juga memberikan keindahan banyak air terjun yang tidak boleh
anda lewatkan. selain itu, karena udara pegunungan yang dingin tempat
ini juga memberikan wisata lainnya seperti perkebunan teh, lembah biru
serta wisata sejarah berupa bunker peninggalan jepang yang menarik
Tanjung Bira merupakan pantai pasir putih yang halus dan bersih dengan
air laut yang jernih yang sangat terkenal di Sulawesi Selatan.
pengunjung juga dapat menyaksikan matahari terbit dan terbenam serta
keindahan dua pulau yang ada didepannya yaitu pulau Liukang loe dan
pulau Kambing (tidak berpenghuni). Tanjung Bira terletak sekitar 200 km
dari Kota Makassar atau 40 km dari Kabupaten Bulukumba. Tempat ini telah
dilengkapi fasilitas berupa tempat parkir, penginapan, hotel, villa,
bungalow, dan restaurant dan lain-lain. Di kawasan pantai juga terdapat
pelabuhan fery yang siap mengantar pengunjung yang ingin berwisata ke
pulau Selayar.
Keindahan alam berupa kelestarian kawasan hutan merupakan ciri dari
kawasan adat ini, serta budaya hidup masyarakatnya yang jauh dari pola
hidup modern. Ciri masyarakat kajang yang ada di Desa Tana Toa yang
tampak sehari-hari yaitu pakaian dengan warna serba hitam, sedangkan
ciri bangunan rumahnya seragam menghadap ke Utara. Masyarakatnya
dipimpin oleh seorang yang bergelar Amma Toa dengan masa kepemimpinan
seumur hidup. Terletak di Kecamatan Kajang, sekitar 56 Km dari kota
Bulukumba.
7. KE'TE KESU
Ke’te Kesu berarti pusat kegiatan, dimana terdapatnya perkampungan,
tempat kerajinan ukiran, dan kuburan. Pusat kegiatannya adalah berupa
deretan rumah adat yang disebut Tongkonan, yang merupakan obyek yang
mempesona di desa ini. Selain Tongkonan, disini juga terdapat lumbung
padi dan bangunan megalith di sekitarnya. Sekitar 100 meter di belakang
perkampungan ini terdapat situs pekuburan tebing dengan kuburan
bergantung dan tau-tau dalam bangunan batu yang diberi pagar. Tau-tau
ini memperlihatkan penampilan pemiliknya sehari-hari. Perkampungan ini
juga dikenal dengan keahlian seni ukir yang dimiliki oleh penduduknya
dan sekaligus sebagai tempat yang bagus untuk berbelanja souvenir.
Terletak sekitar 4 Km dari tenggara Rantepao.
8. PULAU BULUPOLOE
Pulau Bulupoloe yang menjadikannya sebagai salah satu objek wisata
yang patut dikunjungi adalah keindahan alam pegunungan serta keasrian
baharinya. Bentangan pantai dengan pasir putih yang mengitari pinggiran
pulau menjadi nilai tambah tersendiri. Selain itu, beberapa tempat di
Pulau ini terdapat sumber air tawar yang semakin menambah keunikan pulau
ini.
Pesona Laut yang disajikan Pulau Bulupoloe ini semakin menambah kagum
karena kondisi pantainya yang masih sangat alami dan belum
terkontaminasi polusi. Tidak hanya itu, air laut di Pulau ini sangat
jernih, dihiasi aneka ragam terumbu karang yang mempesona, da ikan yang
berwarna-warni serta biota laut lainnya yang semakin menambah semarak
kehidupan bawah laut di Pulau Bulupoloe ini. Selain wisata alam, di
Pulau ini juga kita dapat menikmati wisata kuliner tradisional khas
Luwu, dan juga terdapat beberapa penginapan.
Pulau Bulupoloe ini termasuk ke dalam wilayah administrative Kabupaten
Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Kabupaten Luwu Timur berjarak sekitar 500
km dari Kota Makassar.
9. MUSEUM BALLA LOMPOA

Museum Balla Lompoa merupakan rekonstruksi dari Istana Kerajaan
Gowa yang didirikan oleh pemerintahan Raja Gowa ke-31 pada tahun 1936.
Arsitektur bangunan ini berbentuk rumah khas orang Bugis, yaitu rumah
panggung yang terbuat dari kayu ulin atau kayu besi. Dibangun di atas
lahan seluas satu hektar yang dibatasi oleh pagar tembok yang tinggi.
Bangunan ini terdiri dari dua bagian, ruang utama seluas 60 x 40 meter
yang di dalamnya terdapat kamar pribadi raja, tempat penyimpanan
benda-benda bersejarah, bilik kerajaan dengan luas masing-masing bilik
berukuran 6 x 5 meter, dan ruang teras (ruang penerima tamu) seluas 40 x
4,5 meter. Bangunan ini banyak dilengkapi jendela yang merupakan cirri
khas rumah bugis dengan ukuran masing-masing jendela adalah 0,5 x 0,5
meter. Museum ini merupakan tempat penyimpanan koleksi benda-benda
Kerajaan Gowa.
Museum Balla Lompoa ini terletak di Jalan Sultan Hasanuddin No. 48
Sungguminasa, Somba Opu, Kabupaten Gowa, yang berbatasan langsung dengan
Kota Makassar.
10. PULAU KAPOPOSANG
Merupakan salah satu dari gugusan kepulauan Spermonde dimana pulau ini
memiliki gugusan terumbu karang yang sangat indah dengan menyimpan
beranekaragam biota laut yang menarik. Terletak di Desa Mattiroujung,
Kecamatan Liukang Tupabiring, dapat dijangkau dengan menggunakan speed
boat sekitar 90 Menit ke arah barat laut Makasar.
11. PULAU DUTUNGAN
Pulau dengan luas sekitar 9 Ha ini memiliki hamparan pasir putih yang
indah di sisi luarnya. Dikelilingi pemandangan laut yang biru anda
dijamin akan merasa betah untuk tinggal berlama-lama di tempat ini.
Berlokasi di Desa Cilelang sekitar 48 Km dari Kota Barru.
12. PULAU SAMALONA
Pulau Samalona merupakan wilayah Kota Makassar yang luasnya sekitar 2,34
hektar. Pulau ini merupakan salah satu objek wisata bahari yang banyak
dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Kawasan pulau ini sangat
bagus utuk menyelam, karena di sekelilingnya terdapat karang-karang laut
yang dihuni beraneka ragam ikan tropis dan biota laut lainnya. Pulau
ini berjarak sekitar 6,8 Km dari Kota Makassar yang dapat ditempuh
sekitar 20 – 30 menit dengan menggunakan speed boot. Di lokasi ini juga
terdapat beberapa penginapan sederhana berbentuk rumah panggung yang
dapat menampung sekitar 20 orang. Selain itu, tersedia juga beberapa
warung makanan yang menyediakan aneka ragam seafood segar.
13. BENTENG SOMBA OPU
Benteng Somba Opu dibangun pada tahun 1525 oleh Sultan Gowa ke IX.
Benteng ini merupakan pusat perdagangan dan pelabuhan rempah-rempah yang
ramai dikunjungi pedagang dari Asia dan Eropa. Pada tahun 1669, benteng
ini dikuasai oleh VOC kemudian dihancurkan hingga terendam oleh ombak
pasang. Tahun 1980-an, benteng ini ditemukan kembali oleh sejumlah
ilmuawan. Dan pada tahun 1990, benteng ini direkonstruksi sehingga
tampak lebih baik. Kini, Benteng Somba Opu menjadi sebuah objek wisata
bersejarah di Kota Makassar yang di dalamnya terdapat beberapa bangunan
rumah adat Sulawesi Selatan yang mewakili suku Bugis, Makassar, Mandar,
dan Toraja. Selain itu, terdapat juga sebuah meriam dengan panjang 9 m
dan berat 9.500 kg serta sebuah museum yang berisi benda-benda
bersejarah peninggalan Kesultanan Gowa.
14. PUSAT PEMBUATAN PERAHU PHINISI
Tana Beru terkenal sebagai tempat pembuatan kapal / perahu tradisional.
Anda akan merasa kagum melihat kepiawaian masyarakat membuat kapal
tradisional dengan konstruksi kayu dan peralatan tradisional pula.
Mereka mampu membuat perahu yang sangat kokoh dan megah hanya
berdasarkan pada pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari nenek
moyang mereka, tanpa menggunakan gambar atau kepustakaan tertulis.
Sejarah membuktikan bahwa Perahu Phinisi Nusantara telah berhasil
berlayar ke Vancouver Kanada, amerika Serikat pada tahun 1986. Oleh
karena itu, Bulukumba dijuluki sebagai Butta Panritta Lopi, yang artinya
bumi atau tanah para ahli pembuat Perahu Phinisi. Pusat kerajinan
Perahu Phinisi ini terletak di pesisir pantai kelurahan Tana Beru,
Kecamatan Bontobahari, sekitar 24 Km dari kota Bulukumba.
"MASIH BANYAK LAGI TEMPAT WISATA YANG TERSEDIA ATAU TERDAPAT DI MAKASSAR, TETAPI ARTIKEL DI ATAS BISA MENJELASKAN TEMPAT WISATA YANG POPULER DAN SERING DI KUNJUNGI OLEH WARGA LOKAL MAUPUN TURIS INTERNASIONAL"